Entah kenapa akhir – akhir ini aku merasa agak malas bila diajak untuk datang ke acara buka puasa bersama. Padahal sebelumnya aku senang sekali bila ada yang mengajakku untuk buka puasa bersama.
Hati tidak lagi merasa nyaman bila melakukan buka puasa bersama di tempat – tempat seperti itu. Juju raku harus melakukan effort lebih sekaligus meniatkan hati agar kakiku mau bergerak ke tempat acara.
![]() |
| Momen Buka Puasa Bersama Dengan Rekan - Rekan Kerja |
Mungkin karna usiaku yang semakin bertambah aku jadi tidak lagi punya keinginan untuk mengikuti acara buka puasa bersama. Bagiku saat ini momen buka puasa lebih enak dilakukan dirumah atau di masjid bersama tetangga – tetangga.
Tetapi kali ini ajakan untuk hadir dalam acara buka puasa bersama datang dari atasan. Mau tidak mau atau suka tidak suka, Aku harus bersedia untuk memenuhi ajakan tersebut. Akhirnya aku pun berangkat menuju tempat acara menggunakan mobil.
Keputusan Sepele Tapi Krusial
Karena tempat acara yang cukup jauh, Maka aku memutuskan untuk berangkat menggunakan kereta KRL. Tetapi seorang rekan kerja menawarkan tumpangan dengan menggunakan mobil menuju ke tempat acara.
Aku pun setuju untuk nebeng bersama mereka yang terdiri dari 7 orang termasuk diriku. Semua datang tepat waktu di titik kumpul lalu bergegas berangkat pada sore hari. Semua berjalan sesuai dengan rencana hingga keluar pintu tol.
![]() |
| Kondisi Macet Saat Menjelang Berbuka |
Keadaan macet hingga membuat mobil yang kami tumpangi tidak bergerak sedikitpun. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 5.17 WIB. Beruntung tempat acara buka puasa bersama itu tidak begitu jauh.
Hanya sekitar 1,5 km atau hanya tinggal beberapa menit bila ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat. Tetapi karna macet yang parah, jarak itu terasa cukup jauh untuk ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat.
Awalnya kami semua sabar dengan kemacetan yang terjadi, Sampai ada seseorang yang mengusulkan untuk jalan kaki saja. Setelah melakukan diskusi singkat, Maka 3 dari 7 orang di mobil memutuskan untuk turun dari mobil dan berjalan kaki.
Dan salah satu dari 3 orang yang berjalan kaki itu adalah aku. Kami bertiga berjalan kaki dengan hati yang cukup lega dan hati yang senang. Bahkan ditengah perjalan itu kami bertiga masih sempat berfoto.
![]() |
| Jalan Kaki Menuju Tempat Berbuka |
Hingga pada akhirnya kami bertiga pun sampai tepat waktu di acara buka puasa bersama tersebut. Alhamdulillah, tidak lama setelah itu adzan Magrib pun berkumandang. Kami bertiga pun menikmati hidangan yang sudah disediakan ditempat tersebut.
Sementara 4 orang teman kami yang masih bertahan dimobil. Hingga mereka semua akhirnya harus berbuka puasa dengan minuman dan makanan seadanya dijalan karna macet. Mereka berempat baru sampai ke tempat berbuka puasa pada sekitar pukul 18.40an.
Janjian Ke Rumah Teman
Karna saat ini aku sudah tidak tinggal dikota tersebut, Maka aku memutuskan untuk bersilaturahmi dengan teman lama ku di kota tersebut. Aku berfikir kapan lagi aku bisa singgah dikota ini, Kalo bukan karna acara kantor.
Jadi aku pun menghubungi temanku tersebut, Tapi ternyata teman ku berhalangan untuk bertemu. Akhirnya kami tidak jadi bertemu, Dan aku pun mengambil Keputusan pulang dengan rute yang berbeda dari rekan kerjaku sebelumnya.
Jadi awalnya aku berangkat bersama dengan menggunakan mobil, Lalu pulangnya aku sendirian menggunakan kereta KRL. Acara buka puasa bersama berlangsung cukup lancar dengan makanan yang sangat enak.
![]() |
| Berjalan Sendirian Di Malam Hari |
Aku pun makan dengan lahab hingga perut terasa sangat kenyang. Hingga waktu pulang pun tiba, Aku memutuskan untuk berpisah dengan 6 orang rekan kerjaku. Meskipun aku tidak jadi bertemu dengan teman lamaku di kota tersebut.
Aku tetap memutuskan pulang sendirian karna memang aku menginginkannya. Dan ternyata disinilah tantangan mulai muncul. Jam sibuk membuat aku sangat kesulitan mencari transportasi roda dua.
Karna terlalu lama aku menunggu dan waktu sudah semakin larut malam. Akhirnya aku memutuskan berjalan kaki menuju stasiun KRL terdekat. Jarak dari tempatku berdiri saat itu dengan stasiun KRL cukup jauh, Sekitar 6,4 Km.
Aku berjalan dengan kecepatan sedang ditengah kondisi hujan dan cuaca yang cukup dingin. Aku berjalan setapak demi setapak sambil sesekali kau berusaha mencari ojek untuk mengantarkan aku ke stasiun KRL terdekat.
Tetapi hal itu ternyata tidak mudah untuk dilakukan, Karna mungkin saat itu sedang jam sibuk. Akhirnya aku pun memutuskan untuk kembali berjalan, Dan ditengah perjalanan inilah hatiku mulai merasa sangat jengkel.
Meluapkan Emosi Yang Tertahan
Entah kenapa saat itu pikiranku jadi melayang – layang secara liar. Luka batin itu muncul lagi saat aku sedang berjalan dimalam yang sudah larut. Aku berteriak dan memaki – maki masa laluku yang menjengkelkan dipinggir trotoar yang gelap dan sepi.
Seperti meluapkan semua emosi dan amarah yang selama ini tertahan. Ternyata situasi yang gelap dan sepi itu tidak membuatku takut sedikitpun. Aku malah menggunakan situasi itu untuk meluapkan semua kejengkelan yang ada dihatiku.
![]() |
| Kelelahan Mental Membuatnya Frustasi Dan Melampiaskannya Dengan Berteriak |
Meskipun aku meluapkan amarahku, Aku tetap bersyukur karna setidaknya perutku dalam kondisi kenyang. Jadi bisa dibilang semua kalori yang aku makan saat berbuka itu langsung aku bakar dengan berjalan kaki.
Dan setelah berjalan cukup jauh dari tempatku berbuka puasa, Aku pun akhirnya bisa menemukan ojek. Dan ojek itu mengantarkan aku menuju ke stasiun KRL terdekat dengan lancar dimalam yang sudah sangat larut.
Hikmah Yang Aku Dapat Dari Acara Buka Puasa Bersama
Setelah berhasil sampai dirumah sekitar pukul 01.00 WIB, Aku langsung membersihkan diri dan bergegas untuk istirahat. Lalu keesokan harinya aku merenungi kejadian kemarin, Disitulah aku menemukan beberapa hikmah yang bisa aku dapat.
Berawal dari saat aku berangkat menuju tempat acara berbuka puasa. Aku dan 2 orang temanku yang lain memutuskan untuk berjalan kaki menuju tempat acara berbuka puasa. Karna memang jaraknya tidak terlalu jauh.
![]() |
| Istirahat Sambil Menenangkan Pikiran |
Dan akhirnya aku dan 2 orang temanku berhasil sampai tepat waktu di tempat acara. Lalu setelah itu bisa menikmati hidangan yang sangat enak. Sedangkan 4 orang yang lainnya memilih untuk tetap didalam mobil.
Hingga akhirnya mereka berempat harus buka puasa didalam mobil dengan air dan makanan yang seadanya. Dari kejadian itu aku berfikir bahwa memang kita membutuhkan usaha extra untuk mencapai sesuatu dengan lebih cepat.
Lalu saat pulang, Aku memutuskan untuk berpisah jalan. Bisa dibilang ini adalah Keputusan yang kurang tepat. Karna ternyata aku harus mengeluarkan effort yang cukup melelahkan. Sebenarnya itu tidak masalah bagiku.
Tetapi bila Keputusan itu aku ambil saat bersama dengan istriku. Maka pilihan itu menjadi pilihan yang sangat buruk. Aku tidak bisa membayangkan bila saat itu aku harus berjalan cukup jauh bersama dengan istriku untuk menuju stasiun KRL terdekat.
![]() |
| Tertidur Setelah Kelelahan |
Ditengah kondisi trotoar jalan yang sepi dan lumayan gelap. Ditambah lagi dengan cuaca yang cukup dingin karna baru saja terjadi hujan lebat. Mungkin aku masih bisa melakukannya sendirian, Tetapi istriku tidak mungkin aku tega melakukannya.
Dari sini aku belajar untuk berfikir secara matang sebelum memutuskan sebuah pilihan. Jangan jadi orang egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Karna Keputusan yang aku ambil akan berdampak pada istriku dimasa yang akan datang.






