Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2026

Mencari Keindahan Didalam Diri Sendiri Yang Ditidak Disadari Oleh Orang Lain Dan Juga Diri Sendiri

Melihat keindahan didalam diri sendiri yang orang lain tidak melihatnya. Bahkan diri sendiri pun tidak menyadari bahwa keindahan itu benar – benar ada. Kalimat itulah yang tergiang ditelingaku saat ini.

Disini aku mencoba mencerna arti dari kalimat itu sambil memandangi rerumputan hijau yang ada didepan mata. Sambil berfikir dan memandangi rerumputan, Aku juga menikmati kopi sekaligus beberapa cemilan untuk berfikir.

Duduknya Tenang Sambil Tersenyum Tetapi Pikirannya Sedang Berperang

Kira – kira keindahan seperti apa yang ada didalam diriku hingga aku sendiri tidak menyadari bahwa keindahan itu ada ? Setelah berfikir beberapa saat, Aku mulai mengambil sebuah Kesimpulan yang entah ini benar atau tidak.

Jadi menurutku keindahan itu identic dengan hal – hal yang positif. Jadi mungkin itu adalah sebuah kelebihan, keahlian, kemampuan yang baik dan bermanfaat, atau kebaikan dan ketulusan. Bila memang itu benar lalu apa yang selama ini aku miliki ?

Keindahan Yang Juga Kelemahan

Bila memang itu kebaikan maka mungkin saja itu adalah sebuah ketulusan atau kepercayaan. Jujur aku sering sekali melakukan banyak hal untuk sebuah tujuan. Ketetapan itu juga sudah disepakati oleh beberapa teman ku.

Karena aku percaya kepada teman – temanku maka aku banyak meluangkan bahkan bisa dibilang mengorbankan waktuku untuk mencapai tujuan tersebut. Aku melakukannya dengan tulus dan sering kali tidak mendapatkan bayaran.

Susah Senang Bersama Untuk Tujuan Yang Sudah Ditetapkan

Karna memang tujuan yang sudah ditetapkan itu belum tercapai. Tetapi aku tetap percaya bahwa bila tujuan itu sudah tercapai, maka aku akan mendapatkan bayarannya. Aku sangat percaya bahwa temanku tidak akan menghianatiku.

Tetapi pada kenyataannya, Temanku malah menganggapku tidak melakukan kontribusi apapun. Padahal faktanya, hasil itu tidak akan bisa sebagus itu tanpa kontribusi dan pengorbanan yang aku lakukan.

Persitiwa – peristiwa ini tidak hanya terjadi satu kali didalam hidupku. Tetapi sudah beberapa kali hingga aku tidak mau lagi percaya kepada teman – temanku untuk urusan bisnis. Karna pada akhirnya mereka selalu mengingkari kesepakatan yang sudah ditetapkan.

Berjalan Bersama Mencapai Sebuah Tujuan

Padahal aku banyak melakukan pengorbanan dan mengerjakannya dengan hati yang Ikhlas. Dan aku percaya bila temanku tidak akan menghianatiku. Mungkin ketulusan dan kepercayaan itulah yang menjadi keindahan didalam diriku.

Entah ini benar atau tidak, Karna menurutku itu merupakan sebuah kelemahan. Tetapi faktanya aku selalu menaruh kepercayaan kepada teman – temanku. Aku juga seringkali mengerjakan kesepakatan yang sudah ditetapkan dengan hati yang tulus.

Tidak Ada Yang Menyadarinya

Katanya keindahan yang aku miliki itu tidak disadari oleh diri sendiri dan juga orang lain. Maka sifat tulus dan kepercayaan itulah yang menurutku paling relevan. Karna aku tidak menyadari bahwa aku memiliki sifat seperti itu.

Tidak Menyadari Hingga Aku Lebih Memilih Untuk Berjalan Sendirian

Bahkan orang lain pun tidak menyadarinya, Atau mungkin lebih tepatnya tidak peduli dengan hal tersebut. Karna setelah mereka sudah mencapai tujuannya, Mereka melupakan kontribusi yang sudah aku lakukan.

Itulah yang semakin menguatkan aku bahwa ketulusan dan kepercayaan itulah yang dimaksud dengan keindahan yang ada didalam diriku. Hingga membuat orang lain dan diri sendiri tidak menyadari keindahan tersebut.

Senin, 26 Januari 2026

Keputusan Berat Untuk Menjauh Dari Orang Tua

Sudah hampir 1 tahun ini aku memutuskan untuk menjauh dan menjaga jarak dengan kedua orang tuaku. Aku melakukannya bukan untuk memutuskan hubungan dengan keduanya, Tetapi hanya sekedar menjaga jarak aman untuk waktu yang tidak ditentukan.

Aku selalu berharap agar kedua orang tuaku tidak terluka dengan Keputusan yang sudah aku ambil. Jujur sebenarnya aku tidak mau melakukannya, Tetapi sepertinya aku harus melakukan ini untuk Kesehatan mental dan ketenangan jiwaku.

Semoga Jiwaku Bisa Seluas Lautan

Sudah cukup selama ini aku menahan tekanan dari nasehat – nasehat kedua orang tuaku yang sepertinya menyudutkan posisiku sebagai anak. Awalnya memang aku bisa menahan semuanya sendirian, Tetapi seiring berjalannya waktu aku merasa sangat tersiksa.

Sampai pada lebaran tahun 2025 kemarin aku merasa sangat tidak kuat dengan penghakiman dari kedua orang tuaku. Tentu saja penghakiman ini berbalut dengan nasehat – nasehat yang halus, Tetapi itu cukup menusuk jauh kedalam hatiku.

Momen Lebaran Tahun 2025

Pada tahun 2025 saat menjelang lebaran aku masih bekerja menjadi freelance disebuah Perusahaan, Dimana pada saat itu gajiku ditahan karna suatu alasan. Meskipun pada akhirnya gaji dan bonusku cair, Tetapi itu terjadi jauh setelah lebaran.

Jadi singkatnya, Saat lebaran aku sama sekali tidak gajian. Disaat yang lainnya bisa tersenyum karna THR dan gaji sudah cair, Aku hanya bisa terdiam menahan rasa kecewa. Suasana kumpul keluarga pun tidak terlalu menyenangkan bagiku saat itu.

Berusaha Tetap Tabah Dan Lapang Dada

Dan dimomen itulah bukannya menghibur hatiku yang sedang dongkol, Ayahku malah berkata “Kamu kurang kerja keras, Makanya bekerjalah dengan lebih keras”. Memang itu terdengar seperti nasehat yang baik.

Tetapi entah kenapa bagiku itu terdengar seperti sebuah penghakiman yang menyakitkan. Aku sudah bekerja tanpa ada libur dan berusaha menghasilkan kinerja terbaik yang aku bisa. Tetapi tanpa mengetahui apa – apa Ayahku malah berkata demikian.

Bagiku tertahannya bonus saat itu merupakan hal yang menyakitkan. Tetapi perkataan dari ayahku saat itu ternyata jauh lebih meyakitkan lagi. Saking menyakitkannya, Aku sampai tidak lagi berharap untuk mendapatkan bonus tersebut. 

Tetap Kuat Seperti Batu Karang

Dan sejak saat itulah muncul perasaan kecewa yang mendalam pada kedua orang tuaku. Sebenarnya aku tidak keberatan untuk dinasehati, Tetapi setidaknya dengarkanlah keluh kesahku terlebih dahulu sebelum menasehatiku.

Perasaan kecewa itulah yang membuat aku memutuskan untuk mengambil sebuah Keputusan yang berat. Dan Keputusan itu adalah menjauh dari kedua orang tuaku. Setidaknya aku mengambil Keputusan ini untuk kebaikan Kesehatan mentalku.

Hati Yang Hancur

Jujur ketika ayahku mengatakan itu, Mental dan hatiku sangat hancur. Aku benar – benar menangis didalam hatiku. Tentu saja hal ini tidak hanya terjadi satu atau dua kali, Tetapi sering sekali terjadi didalam hidupku.

Mereka sudah melakukan hal itu sejak aku masih kecil. Mereka tidak pernah mau mendengar keluh kesahku sama sekali. Walaupun ada beberapa keluh kesahku yang didengar, Tetapi pada akhirnya hanya ada penghakiman bagiku.

Berusaha Menikmati Kehidupan Melalui Alam

Sampai pada akhirnya aku menyerah dan tidak pernah lagi berharap agar kedua orang tuaku mendengar cerita – ceritaku. Aku lebih memilih untuk memendam semua hal sendirian, Tidak peduli itu adalah hal yang menyenangkan atau menyedihkan.

Apakah Aku Anak Yang Durhaka ?

Awalnya aku sempat berfikir bahwa aku adalah anak yang durhaka. Tetapi faktanya aku tetap melakukan kewajibanku sebagai seorang anak. Aku selalu mendoakan kedua orang tuaku dengan Ikhlas setelah sesesai menunaikan solat.

Aku selalu berharap agar kedua orang tuaku selalu berada dalam lindungan Allah Ta’ala. Aku selalu mendoakan yang baik – baik untuk kedua orang tuaku. Aku juga berharap bahwa suatu saat kedua orang tuaku sadar dan merubah sifatnya pada ku.

Tetap Tenang Seperti Hutan

Dan ditengah keterbatasan yang aku miliki saat ini, Istriku selalu berusaha untuk menyisihkan Sebagian rejeki keluarga kecil ku ini untuk memberikan hadiah pada kedua orang tuaku. Hal itu dilakukan agar hati kedua orang tuaku merasa senang.

Meskipun sering kali aku tidak terlalu bersemangat dalam hal tersebut. Tetapi itu bukan disebabkan oleh kurangnya perasaan Ikhlas. Melainkan karna tenaga yang sudah sangat terkuras untuk menjaga diri ini tetap waras.

Bisa dibilang aku memang tidak hadir secara fisik, Tetapi aku selalu berusaha untuk terus menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuaku. Disini aku hanya menjauh dan menjaga jarak dengan kedua orang tuaku agar hatiku tidak merasa tersiksa dan tertekan.

Senin, 12 Januari 2026

Luka Dan Perang Batin Yang Tidak Terlihat

Suatu ketika aku melamun disebuah tempat sambil menikmati secangkir kopi hangat tanpa gula. Suasananya begitu ramai, Jadi aku banyak melihat manusia yang berlalu Lalang. Aku tidak tahu dari mana dan tujuan mereka.

Tapi dalam lamunan itu aku sempat penasaran dengan tentang apa yang ada dipikiran mereka. Sekaligus apa yang membuat mereka bisa datang ke tempat Dimana aku sedang melamun. Hingga aku menyimpulkan sebuah hal tentang mereka.

Menikmati Suasana Tenang Dengan Pikiran Yang Sedang Berperang

Dan itu adalah “Setiap orang membawa luka dan perang batin yang tidak terlihat”. Hal itu bisa terfikir dikepala ku karna aku sendiri juga memiliki luka dan perang batin sendiri. Itulah yang membuat aku datang ketempat tersebut.

Dan tentu saja alasan itu tidak diketahui oleh manusia – manusia yang sedang berlalu Lalang tadi. Jadi aku berfikir bahwa kemungkinan besar, manusia – manusia yang sedang berlalu Lalang ini juga memiliki luka dan perang batinnya masing – masing.

Dari lamunan itu aku menyadari bahwa aku bukan satu – satunya orang yang sedang berjuang untuk menyembuhkan hati yang sedang terluka karna adanya perang batin. Banyak orang juga sedang berada difase yang sama denganku.

Tentu saja setiap individu memiliki masalah yang jenis lukanya sendiri – sendiri. Tergantung dengan apa yang dia alami dan dari mana dia berasal. Mungkin masalah mereka jauh lebih besar dan lebih berat dibandingkan diriku.

Terus Berusaha Untuk Menyalakan Api Semangat Di Dalam Hati

Tetapi mereka tetap berusaha untuk terus berjuang mencari Solusi. Hal itu dilakukan agar mereka bisa sembuh dari luka sekaligus memenangkan perang batin yang ada dihatinya. Tentu menyerah bukanlah sebuah pilihan bagi mereka.

Disini aku belajar tentang rasa Syukur dan menyadari bahwa aku bukanlah satu – satunya orang yang sedang berjuang. Intinya lakukanlah apa yang membuat hati kita bahagia, Selama kita tidak menganggu ketenangan dan kepentingan orang lain.

Siapa yang menyangka bahwa menikmati kopi disebuah tempat terbuka bisa membuat aku sangat bersyukur. Dan aku bisa mendapatkan sebuah Kesimpulan baru tentang kehidupan yang sedang aku Jalani hari ini.

Selasa, 06 Januari 2026

Pertarungan Tahun 2025 Dan Harapan Tahun 2026

Tahun sudah berganti dari 2025 menjadi 2026, Banyak orang yang merayakan pergantian tahun ini bersama dengan kerabat atau teman. Mereka bergembira dan menikmati acara perayaan pergantian tahun tersebut.

Tetapi dimomen yang sama, Entah kenapa aku tidak merasakan kegembiraan apapun. Bahkan aku malah ingin melewati malam pergantian tahun ini seperti malam – malam biasa. Tidur cepat lalu terbangun dipagi hari dan Bersiap untuk aktivitas selanjutnya.

Berdiam Sendirian Ditempat Yang Tenang

Aku hanya berfikir ada banyak pertarungan berat yang sudah aku lewati di tahun 2025. Dan pertarungan itu adalah melawan diri sendiri, Atau bisa dibilang melawan luka batinku. Sebuah luka yang sudah sangat lama aku pendam didalam hati.

Jadi bisa dibilang, Tahun 2025 adalah tahun Dimana aku bertarung habis – habisan dengan luka batinku sendiri. Aku masih belum tahu apakah pertarungan yang berat ini akan terus berlanjut di tahun 2026, Atau tidak.

Berusaha Untuk Sembuh Dari Luka Batin

Aku selalu berusaha untuk sembuh dari luka batin yang aku derita. Walaupun hal itu membuat aku menjadi lebih sensitive dan emosiku menjadi tidak stabil. Ditambah lagi aku juga bingung untuk melampiaskan kemarahanku tersebut.

Aku juga tidak ingin menumpahkan kemarahanku ini kepada orang lain. Karna menurutku hal itu sama saja dengan kedua orang tuaku yang menjadi penyebab utama dari penderitaan ku selama ini. Jujur aku ingin menyembuhkan luka batin ini secara total dengan cara yang baik dan benar.

Setiap pagi aku sering melakukan olahraga fisik, Mulai dari lari pagi, Crossfit, dan Workout. Aku berusaha untuk membuat tubuhku Lelah dan berkeringat dipagi hari. Memang itu tidak membuatku sembuh dari luka batin, Tetapi setidaknya Moodku terasa lebih baik.

Berusaha Menikmati Momen Yang Sederhana

Hanya cara itu yang bisa aku lakukan selain bersyukur dengan semua nikmat yang sudah aku miliki. Selebihnya, Aku hanya bisa diam sambil menyendiri dan menghindari interaksi dengan orang – orang yang mungkin akan menegurku.

Tanpa disadari aku ternyata lebih banyak menarik diri dari beberapa kegiatan social. Seperti kumpul – kumpul bersama teman, tetangga, bahkan keluarga sendiri. Aku juga sudah beberapa bulan ini menghindari interaksi dengan kedua orang tuaku.

Aku tidak tau apakah ini merupakan tindakan yang benar atau salah. Tetapi kebiasaan ini ternyata terasa lebih nyaman dihatiku. Duduk menyendiri sambil ditemani secangkir kopi dan beberapa cemilan manis.

Disitu aku mulai termenung melihat kopi dan cemilanku sambil berifiki tentang kehidupan yang sedang aku Jalani ini. Lalu muncul pertanyaan dikepala “Sampai kapan aku harus bertarung dengan luka batin ini ?”.

Keinginan Di Tahun 2026

Jujur ditahun yang baru ini aku tidak memiliki keinginan yang berlebihan. Ingin lebih rajin melakukan olahraga dipagi hari, Seperti memulai lari pagi lebih awal dan lebih lama. Begitu juga dengan Workout.

Aku ingin melakukan aktivitas itu dengan lebih energik, Agar lebih banyak kalori sekaligus racun yang terbuang dari tubuhku. Lalu aku juga ingin fokus untuk belajar dan bisa membaca peluang yang ada.

Mencoba Fokus Untuk Memperbaiki Diri Sendiri

Selain itu aku juga ingin bersikap lebih sabar dan mampu menstabilkan emosi yang ditimbulkan dari perasaan luka batin. Jujur ini adalah hal yang tersulit bagiku, Karna luka ini sudah aku pendam selama lebih dari 10 tahun.

Harapan Di Tahun 2026

Bila ditanya harapan, Tentu saja hal itu adalah bisa sembuh dari luka batin yang sering mengangguku selama tahun 2025. Jujur hal itu sangat menganggu kehidupanku, Dan itu sangat mempengaruhi sikap dan cara pandangku pada sesuatu.

Bahkan ada banyak sekali kesempatan yang harus terlewat karna pengaruh dari luka batin tersebut. Tentu ditahun 2026 ini aku tidak mau mengulai kesalahan tersebut. Aku harus bisa lebih berani dan tidak ragu – ragu lagi.

Menumbuhkan Semangat Untuk Berjuang

Lalu berani mengatakan TIDAK dengan tegas, Bila memang itu sangat tidak adil bagi diriku. Dan aku harus bisa lebih menghargai diri sendiri. Aku mampu dan aku bisa melakukan sesuatu dengan cara yang lebih baik dibandingkan yang lain. Kenapa ?

Karna aku sudah berlatih dan belajar lebih keras dibandingkan yang lain. Jadi aku layak mendapatkan hasil yang lebih dibandingkan orang lain. Itulah harapan yang ingin aku capai ditahun 2026, Sederhana tetapi cukup membuatku bahagia.


Rabu, 05 Mei 2021

Si Fellas, Sang Karakter Imajinasi

 Apakah kalian pernah mendengar tentang karakter imajinasi ? Entah kenapa saat ini aku seperti sedang memikirkan karakter imajinasiku. Lalu apa itu karakter imajinasi ? Menurutku karakter imajinasi adalah sosok figur yang ada dalam pikiran seseorang, Atau sosok karakter ideal yang ada di dalam pikiran seseorang.

Dan pada kesempatan kali ini aku akan menceritakan sosok karakter imajinasiku. Namanya Si Fellas, Seorang pria gagah yang berusia 28 tahun. Memiliki tubuh yang lumayan atletis dengan tinggi badan 175 CM dan berat badan 68 KG.

Tubuhnya yang ideal membuat dirinya menjadi incaran banyak wanita muda yang cantik. Selain tubuhnya yang ideal, Si Fellas ini juga memiliki sifat ramah, humoris, friendly, tanggung jawab, dan integritas yang tinggi.

Sosok Si Fellas, Sang Karakter Imajinasi


Pekerjaan Si Fellas adalah seorang penjaga pantai dan ketika diakhir pekan dia bekerja sebagai Tour Leader atau disingkat menjadi TL. Dimata teman – temannya Si Fellas adalah pribadi yang baik dan tidak suka membicarakan kejelekan orang lain.

Tetapi sebagai gantinya, Si Fellas suka menampakkan ketidak sukaannya pada orang lain secara terang – terangan. Dan Si Fellas juga tidak peduli apakah orang yang tidak disukainya itu nyaman atau tidak dengan sifatnya tersebut.

Memang Fellas adalah sosok yang kelewat apa adanya. Terlepas dari itu semua, Si Fellas adalah sosok yang menyenangkan. Si Fellas juga dikenal sebagai orang yang mudah untuk berbaur dengan lingkungan dan orang – orang baru.

Tidak heran apabila Si Fellas sangat disenangi oleh hampir semua peserta tour yang mengikuti Travelnya. Terutama para peserta wanita yang doyan foto – foto ketika sedang berada di tempat – tempat wisata. Selain menjadi sosok yang menyenangkan, Si Fellas ini memiliki hobby olahraga dan juga traveling ke pantai.

Pantai Dengan Pasir Putih Adalah Tempat Favorit Si Fellas


Snorkelling adalah salah salah satu kegiatan olahraga favoritnya. Dari sini kalian pasti sudah bisa menebak alasan kenapa Si Fellas lebih memilih penjaga pantai sebagai profesinya. Dan diakhir pekan berprofesi sebagai Tour Leader.

Seorang Penjaga Pantai Yang Bahagia

Meskipun berprofesi sebagai penjaga pantai yang bertugas untuk melakukan penjagaan, penyelamatan, pengamanan, dan penertiban di daerah pantai. Si Fellas juga rajin membersihkan pantai dari sampah – sampah yang mengotori pantai dan membuat pengunjung tidak nyaman.

Tak jarang Si Fellas bercanda dengan para pengunjung pantai. Dia juga sering mengajari anak – anak agar bisa berenang dipantai. Supaya anak – anak tadi tidak terlalu takut dengan air laut. Sifatnya yang humoris juga membuatnya disenangi oleh teman – teman seprofesinya.

Dimata teman – teman seprofesinya, Si Fellas adalah sosok yang bisa dipercaya dan bisa menjadi tempat untuk berkeluh kesah. Alasan teman – temannya melakukan hal tersebut karena Si Fellas tidak telalu menyukai Ghibah atau membicarakan keburukan orang lain.

Jadi teman – temannya merasa nyaman bila berkeluh kesah pada dirinya. Dan merasa bahwa keluh kesahnya tidak akan tersebar kemana – mana. Si Fellas sendiri selalu terlihat bahagia dan hidupnya seperti tidak ada beban.

Lelah Dalam Bekerja Itu Pasti, Tapi Mengeluh Itu Pilihan


Hal ini karena Si Fellas adalah seorang individu yang pandai bersyukur. Selain itu, Si Fellas juga benar – benar menyukai pekerjaannya. Jadi tidak heran apabila Si Fellas tidak pernah mengeluh tentang pekerjaannya.

Dan selalu melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan tanpa ada beban sedikitpun. Walaupun sebenarnya Si Fellas bukanlah orang kaya yang banyak uang. Tetapi baginya yang terpenting adalah bisa bermanfaat untuk dirinya, keluarganya, dan orang lain.

Inilah Si Fellas seorang karakter imajinasi yang hidupnya seperti tidak ada beban karena pantai bersyukur. Si Fellas juga memiliki kebiasaan unik saat menjelang senja, Yaitu memakan gorengan dan menikmati kopi.

Bentuk Fisik Dan Rutinitas Kegiatan Si Fellas

Setelah berbicara tentang sifat, pekerjaan, dan beberapa hobby. Sekarang aku akan membicarakan tentang bentuk fisiknya. Si Fellas memang beruntung karena dirinya memiliki tinggi dan berat badan ideal. Perutnya juga kotak – kotak alias Sixpack dengan tangan yang juga lumayan kekar. Karena hampir setiap pagi dan sore Si Fellas melakukan olahraga berat.

Ketika pagi setelah selesai menunaikan solat subuh, Dia langsung melakukan skipping selama 30 menit. Lalu setelah itu dilanjutkan jogging selama 60 menit. Setelah semuanya selesai, Dia melakukan peregangan lalu beristirahat sebentar dan membiarkan keringatnya keluar. Lalu setelah itu mandi, solat Dhuha, Sarapan dan bekerja sebagai penjaga pantai pada pukul 8 pagi.

Salah Satu Kegiatan Favorit Si Fellas (Snorkeling)


Menjelang senja, Tepatnya pukul 18.00 pekerjaannya sebagai penjaga pantai selesai. Lalu bersiap untuk melakukan Workout atau Latihan fisik untuk memelihara kebugaran tubuhnya pada pukul 20.00 sampai dengan 20.45. Lalu setelah itu mandi dan berendam dengan air hangat. Itulah kegiatan Si Fellas pada hari senin sampai dengan Jumat.

Dan pada akhir pekan, Tepatnya pada hari jumat malam dia bertugas menjadi seorang Tour Leader pada salah satu travel. Tugasnya menemani para peserta tour selama traveling, Mulai dari melakukan penjemputan di meeting point sampai mengantarkan peserta Kembali ke meeting point. Ketika sedang di tempat wisata dia sibuk menjaga peserta dan melakukan dokumentasi.


Selasa, 16 Maret 2021

Kisah Tempat Minum Saat Traveling

Hari ini aku akan menceritakan sebuah cerita yang sepertinya tidak terlalu penting. Tetapi entah kenapa aku tetap ingin membagikan ceritanya di blog ini. jadi artikel ini akan menceritakan tentang tempat minumku yang sudah pecah. Dan tempat minum ini biasa aku gunakan untuk sehari – hari dan juga untuk Traveling ke suatu tempat.

Jadi bisa dibilang tempat minumku itu memiliki sejarah yang panjang denganku. Tempat minum itu adalah saksi bisu perjalananku ke tempat – tempat yang indah di Indonesia. Bahkan pernah sekali tempat minum itu aku bawa ke luar negri. Kota Kuala Lumpur adalah kota yang aku singgahi bersama dengan tempat minum itu.

Senja Yang Kunikmati Saat Traveling


Memang itu hanya tempat minum biasa, dan tidak sulit mendapatkan tempat minum seperti itu di toko – toko, Harganya pun tidak mahal. Jadi jelas tempat minum itu tidak terlalu istimewa. Apabila kita melihat dari sisi tersebut memang benar, Tetapi apabila melihat dari sisi historis tempat minum tersebut, Maka akan lain ceritanya.

Jujur aku masih ingat kapan aku mendapatkan tempat minumku yang satu ini. Dan alasanku kenapa bisa mengingatnya adalah karena ada sepenggal cerita yang sangat berkesan. Sebuah cara yang menurutku unik untuk mendapatkan sebotol tempat minum. Ceritanya bermula ketika aku pulang dari perjalananku ke Pulau yang indah bernama Karimun Jawa

Perjalanan Ke Karimun Jawa

Ketika melakukan traveling ke pulau Karimun Jawa aku melihat tempat minumku yang sepertinya sudah harus diganti. Lalu aku berfikir untuk segera menggantinya begitu selesai melakukan traveling di pulau Karimun jawa. Saat itu aku masih menggunakan tempat minum yang lama dengan warna abu – abu.

Setelah pulang dari pulau Karimun jawa, Aku bertemu dengan seseorang yang ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepadaku. Katanya itu untuk sebuah survey, Jadi bisa dibilang saat itu orang itu sedang melakukan pekerjaannya. Saat itu entah kenapa hati ingin membantunya, biarpun sebenarnya tubuhku seperti ingin segera sampai ke rumah.

Pemandangan Di atas Bukit Love, Karimun Jawa


Tapi aku berfikir kapan lagi bisa membantu seseorang hanya dengan menjawab pertanyaan – pertanyaannya. Dan diluar dugaan setelah selesai menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan, Orang tersebut memberikan aku sebuah tempat minum kepadaku sebagai tanda terima kasih. Terus terang aku sangat kaget ketika mengetahuinya.

Entah ini kebetulan atau tidak, Tapi benda itu adalah sesuatu yang ingin aku cari setelah perjalananku di pulau karimun jawa berakhir. Hal ini juga membuat perjalananku ke pulau karimun jawa menjadi lebih berkesan. Semoga suatu saat nanti dimasa yang akan datang, Aku bisa berkunjung lagi ke pulau Karimun Jawa. Aamiin…..

Perjalanan ke berbagai Pulau Yang Indah

Tidak hanya pulau karimun jawa, Tempat minum ini juga menemani perjalananku ke berbagai pulau yang indah lainnya. Seperti pulau Sangiang, Pulau Peucang, Pulau Tunda, dan Pulau Sebesi. Di pulau – pulau yang indah tersebut aku menggunakan tempat minum ini ketika sedang merasa haus. Tak jarang teman satu rombonganku juga meminta air minum dari tempat minumku.

Karena memang tempat minumku mampu menampung air segar yang lumayan banyak. Jadi setelah haus melakukan kegiatan snorkeling dilaut, Aku bisa meminum air segar dari tempat minum tersebut. benar – benar tempat minum yang penuh dengan sejarah, Itulah sebabnya aku merasa berat untuk membuangnya.


Sabtu, 30 Mei 2020

Menahan Keinginan Untuk Melakukan Traveling

Sepertinya kurangnya kegiatan Traveling mempengaruhi produktivitas ku untuk membuat konten. Semenjak ada covid 19, Kebanyakan tempat – tempat wisata ditutup. Otomatis orang – orang yang senang melakukan traveling atau jalan – jalan kesuatu tempat harus diam dirumah.

Entah sampai kapan wabah virus covid 19 ini akan menghilang dari muka bumi, Semoga virus ini cepat menghilang dari muka bumi. Banyak orang – orang dengan kecendrungan sepertiku sudah bosan untuk tetap tinggal dirumah. Tetapi mau bagaimana lagi, Tempat – tempat wisata masih tutup.

Dan aku bukanlah orang yang akan puas dengan hanya jalan – jalan ke Mall atau menonton bioskop. Karena memang aku lebih menyukai alam, Terutama daerah pantai. Jadi Traveling atau jalan – jalan yang aku maksud disini adalah traveling ke daerah pantai.

Jujur saat ini jiwaku sedang meronta ingin segera pergi ke daerah pantai untuk merasakan asinnya air laut, Lembutnya pasir putih di pantai, Sekaligus menikmati keindahan senja di pantai. Tetapi apa daya, Saat ini dunia sedang dalam status pandemic virus corona atau Covid 19.

Traveling ke Pulau Peucang
Menikmati Keindahan Alam Membuat Suasana Hati Menjadi Tenang
Jadi perasaan dan keinginan untuk melakukan traveling harus ditahan, Setidaknya sepanjang tahun 2020 ini. Aku juga memperhatikan penyedia jasa – jasa travel saat ini, Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk vakum dan menunggu Virus ini menghilang.

Jadi memang tidak ada pilihan untuk orang – orang yang menyukai pantai sepertiku untuk melakukan traveling. Memang tidak mudah menerima kenyataan ini, Tetapi kita semua harus bisa melewati ini semua. Dan semoga kita semua termasuk orang – orang yang sabar. Amin…

Orang Yang Disayang

Sebenar aku bisa saja nekad pergi ke suatu tempat, Tetapi hal itu enggan aku lakukan. Hal itu karena saat ini aku masih tinggal dirumah orang tua. Mungkin aku bisa bertahan dengan virus covid 19, Tetapi bagaimana dengan orang tua ku ? Apakah mereka juga mampu bertahan menghadapi virus Covid 19 ini ?

Hal itulah yang membuatku selalu merasa khawatir ketika akan pergi keluar rumah. Jadi saat ini aku berharap agar vaksin dari virus ini segera di temukan dan kehidupan kita semua bisa kembali normal seperti biasa.

Pulau Sangiang Dan Senja
Tubuh Ini Sudah Rindu Dengan Senja Di Pantai
Jujur, Sebenarnya tubuh ini juga sudah tidak sabar untuk segera merasakan asinnya air laut. Dan melihat ikan – ikan berenang dilautan secara langsung ketika melakukan Snorkeling. Tetapi apa daya, Saat ini yang bisa aku lakukan adalah bersabar dan berusaha untuk mencari uang.

Apakah Semua Akan Kembali Seperti Semula

Entah ini hanya perasaanku saja atau memang nantinya ini akan benar – benar terjadi. Ketika melakukan perjalanan ke suatu tempat kita akan bertemu dengan banyak orang. Apalagi yang sudah terbiasa memilih paket wisata Open Trip seperti aku.

Ketika memilih paket wisata Open Trip maka kita akan serombongan dengan orang – orang yang tidak kita kenal sebelumnya. Otomatis kita tidak akan mengetahui apakah dahulunya dia termasuk orang yang pernah positif virus Covid 19 atau tidak.

Dan sebelum virus covid 19 terlahir, Aku dan teman – teman serombongan Open Trip lainnya tidak akan segan – segan untuk berfoto bersama. Tentu saja tanpa adanya Social Distancing dan Physical Distancing. Kami semua akan berfoto bersama dengan jarak yang sangat dekat.

Kawan Traveling
Apakah Kita Bisa Foto Sedekat Ini Setalah Virus Ini Menghilang ?
Lalu apakah setelah virus covid 19 menghilang kita masih bisa melakukan foto bersama seperti dulu ? Karena saat ini hanya untuk bersalaman saja kita akan merasa ragu, Biarpun sebenarnya orang tersebut adalah teman atau sahabat kita sendiri.

Aku pribadi berharap kita bisa foto berdekatan seperti dulu tanpa adanya keragu – raguan dan kecurigaan antara yang satu dengan yang lainnya. Karena selain menikmati alamnya yang indah, Aku juga menikmati ketika bertemu dan mengobrol dengan orang – orang yang aku temui di tempat tersebut.

Rabu, 27 November 2019

Hal - Hal Yang Bisa Di Dapat Dengan Menjadi Seorang Traveler

Menjadi seorang traveler dengan mengunjungi tempat – tempat yang bagus ternyata tidak hanya meninggalkan kenangan dan cerita yang indah tentang tempat tersebut, Tetapi juga kesan yang mendalam pada tempat tersebut. Dan terkadang ketika sedang traveling ada beberapa orang yang singgah dihati ini.

Ada banyak sekali kejadian – kejadian yang bisa terjadi saat sedang menjadi seorang traveler. Mulai dari yang unik dan menyenangkan sampai ke kejadian yang menyakitkan. Teman saya sesame traveler bercerita bahwa kameranya terjatuh ke jurang ketika sedang mendaki salah satu gunung di Indonesia. Pada saat dia bercerita demikian semuanya tertawa karena ceritanya yang memang lucu.

Traveler
Senja Di Suatu Tempat

Walaupun sebenarnya hal itu merupakan kejadian yang pahit tetapi karena hatinya yang sudah ikhlas maka dia menceritakan kejadian tersebut dengan sangat enteng. Tentu saja itu menjadi pelajaran bagi kita semua agar tetap berhati – hati ketika menjadi seorang traveler. Dan dibawah ini adalah beberapa kejadian – kejadian unik yang bisa kita dapatkan ketika kita menjadi seorang traveler.

Adanya Cinta Lokasi

Ini biasanya terjadi ketika secara tidak sengaja kita dipertemukan dengan lawan jenis yang menarik hati. Mungkin awalnya tidak memiliki rasa apapun, Dan hanya sebatas mengobrol biasa. Tetapi seiring berjalanya waktu suasana hati bisa berubah. Lalu timbulah perasaan ketika ditengah – tengah atau ketika traveling berakhir.

Traveling
Cinta Lokasi Saat Traveling Meninggalkan Kesan Yang Dalam

Hal ini pernah saya alami sendiri ketika melakukan solo traveling ke pulau pahawang. Jujur saat itu saya bertemu dengan orang yang sepertinya sangat cocok dengan saya. Biarpun pada akhirnya kita saling melupakan satu sama lain tetapi tetap saja cinta lokasi menjadi salah satu peristiwa yang sangat membekas diingatan.

Pertemanan Yang Baru

Apabila diantara kalian ada yang merasa bosan dengan lingkaran pertemanan yang itu – itu saja. Maka saran saya adalah cobalah untuk menjadi seorang Traveler, Setidaknya sekali saja. Karena biasanya ketika kita berkunjung ke suatu tempat kita akan menemukan teman – teman yang baru yang bahkan tidak kita kenal sebelumnya.

Memang tidak semua orang bisa kita jadikan teman tetapi setidaknya ada beberapa orang yang cocok untuk dijadikan teman. Bahkan terkadang alam mendekatkan kita dengan orang tersebut dan akan berlanjut pada traveling – traveling berikutnya. Hal inilah yang sudah beberapa kali saya alami, Memang tidak banyak tetapi saya pernah mengalaminya beberapa kali dengan teman traveling saya.

Cara Pandang Yang Baru

Setelah selesai melakukan perjalanan ke suatu tempat, Kemungkinan besar kita akan mendapatkan banyak hal yang sebelumnya tidak kita miliki. Bukan hanya sekedar pengalaman saja yang bisa kita dapatkan ketika menjadi seorang traveler. Tetapi juga cara pandang baru dengan orang – orang yang baru pula.

Solo Traveler
Pertemanan Saat Traveling Biasanya Memiliki Kesan Mendalam

Orang – orang baru ini biasanya akan membuat kita memiliki cara pandang baru sekaligus pengetahuan yang baru pula, Otomatis sudut pandang kita menjadi semakin luas. Jadi semakin sering kita menjadi seorang traveler maka akan semakin banyak pula pengalaman dan orang – orang yang menjadi teman kita.

Tentu ini semua bisa terjadi apabila kita menjadi seseorang yang menyenangkan dan meninggalkan kesan yang baik kepada teman sesama traveler. Jadi bersikaplah baik dan ramah kepada semua orang tetapi tetap jangan kendurkan kewaspadaan. Dan mintalah selalu perlindungan dari Allah Ta’ala agar semua dilancarkan.

Senin, 28 Oktober 2019

Perjalanan Ke Pulau Karimun Jawa Dan Teman – Teman Baru

Saat sedang dalam perjalanan atau traveling terkadang kita akan mendapatkan sebuah pengalaman baru. Dan tidak hanya pengalaman, Tetapi juga terkadang kita bisa mendapatkan kenalan atau teman baru. Hal inilah yang saya alami ketika traveling ke karimun jawa dan tempat – tempat menarik lainya. Semisal Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Tidung, Pulau Pari, dan Pulau Pahawang.

Teman memang bisa kita temui dimana saja, Termasuk di tempat – tempat wisata yang pernah saya kunjungi. Dan terkadang perjalanan saya menjadi semakin berkesan dan sulit untuk dilupakan karena ketika itu saya juga dipertemukan dengan orang – orang yang baik. Dan yang paling spesial dari pertemuan – pertemuan itu adalah timbulnya rasa cinta.

Ujung Gelam
Pantai Ujung Gelam, Pulau Karimun Jawa


Pulau Peucang Di Ujung Kulon

Pulau Peucang ini berada di wilayah taman nasional ujung kulon. Karena saya berdomisili di sekitar Jakarta, Jadi saya melakukan perjalanan ke tempat ini dengan menggunakan jalur darat lalu dilanjutkan dengan kapal biasa untuk menuju pulau Peucang. Dan perjalanan ini sendiri dilakukan pada malam hari. Saat itu saya bertemu dengan sepasang suami istri yang baru saja menikah 1 minggu yang lalu.

Pertemuan saya menjadi spesial karena ternyata pasangan suami istri ini berdomisili di kota Jogjakarta. Mereka sangat ramah kepada saya, Dan selama dalam perjalanan saya banyak mengobrol dengan mereka. Tetapi sesampainya di pulau peucang saya berkenalan dengan dua orang laki - laki yang menurut saya sangat asik.

Ujung Kulon
Pulau Peucang Yang Masih Alami

Selera humor kami juga sepertinya cocok dan itulah yang membuat kami menjadi dekat. Selama traveling ke pulau peucang saya sering bercanda dengan pasangan suami istri tersebut dan juga kedua laki – laki yang memiliki selera humor yang sama dengan saya. Benar – benar sebuah perjalanan yang luar biasa. Perjalanan tersebut menjadi sangat berkesan bagi saya.

Pulau Karimun Jawa

Setelah melakukan perjalanan ke pulau peucang, beberapa bulan kemudian saya melakukan perjalanan ke pulau karimun jawa. Kali ini benar – benar luar biasa, karena saya selalu dipertemukan dengan orang – orang yang baik disetiap perjalananya. Saya berdomisili di sekitar Jakarta dan saya menempuh perjalanan dari Jakarta ke jepara menggunakan bus.

Ketika di bus saya bertemu dengan seorang wanita yang ingin pulang kampung untuk melangsungkan pernikahanya. Hal yang membuat saya terkesan adalah ketika itu wanita tersebut mengundang saya ke acara pernikahanya. Padahal saya dan dia baru saja bertemu dan saling kenal satu sama lain.

Pulau Karimun Jawa
Sunset Di Pantai Ujung Gelam, Karimun Jawa

Sesampainya di kota jepara saya pun bergegas untuk ke pelabuhan kartini untuk melanjutkan perjalanan saya menuju pulau karimun jawa dengan menggunakan kapal saat pagi hari. Lagi – lagi diatas kapal saya dipertemukan dengan seseorang yang ramah. Dan ternyata orang tersebut adalah warga asli dari pulau karimun jawa.

Begitu saya sampai di pulau karimun jawa, Untuk kesekian kali saya dipertemukan dengan orang – orang yang luar biasa baik. Mereka berjumlah tiga orang, terdiri dari 2 laki – laki dan 1 wanita. Biarpun saya adalah orang yang baru saja mereka kenal, tetapi ternyata mereka tetap menganggap saya sebagai bagian dari mereka.

Hal ini membuat saya ketagihan untuk melakukan Traveling ke berbagai tempat di Indonesia, Terutama di daerah pantainya. Selain memberikan sebuah pengalaman baru, ternyata melakukan perjalanan juga memberikan kita sesuatu yang lebih berharga, Yaitu seorang teman baru. Memiliki teman yang berada di berbagai daerah di Indonesia merupakan kenikmatan tersendiri.

Minggu, 13 Oktober 2019

Traveling Dan Caraku Bersyukur

Terkadang jadwal rutinitas yang padat membuat kita menjadi lupa untuk meluangkan waktu untuk berlibur atau jalan – jalan ke tempat – tempat yang indah. Pulau Pahawang dan Pulau Karimun jawa mungkin bisa menjadi pilihan sebagai tujuan wisata atau traveling untuk menyegarkan pikiran yang penat karena rutinitas yang padat.

Memang menyempatkan waktu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan tetapi hidup hanya sekali. Jadi jangan habiskan waktu mu hanya untuk bekerja dan bekerja. Terkadang kita juga harus bersyukur karena sudah diberikan rezeki oleh Allah Ta’ala.

Jangan Lupa Untuk Bersyukur

Ada banyak cara untuk mensyukuri nikmat yang sudah Allah Ta’ala berikan kepada kita. Namun cara saya untuk mensyukuri nikmat yang sudah Allah Ta’ala berikan kepada saya adalah melakukan Traveling atau mengunjungi tempat – tempat yang indah di Indonesia. Terutama daerah pantai, Karena saya sangat menyukai daerah pantai.

Pulau Karimun Jawa
Bukit Love Di Karimun Jawa

Karena dipantai ada banyak sekali hal – hal yang bisa kita lakukan. Seperti berenang, senorkelling, menyelam, dan tentu saja menikmati pemandangan pantai yang indah adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan ketika sedang berada di pantai. Entah kenapa saya sangat menyukai semua kegiatan tersebut.

Dan itulah cara saya untuk bersyukur atas nikmat yang Allah Ta’ala berikan kepada saya. Selain itu apabila kita melakukan traveling ke suatu tempat, Maka secara tidak langsung kita juga ikut berkontribusi ekonomi warga sekitar tempat wisata. Itulah kenapa saya lebih menyukai traveling ke dalam negri dibandingkan ke luar negri.

Seperti tempat – tempat yang pernah saya kunjungi sebelumnya yaitu pulau Pahawang dan pulau karimun jawa. Hal lainya yang saya dapatkan adalah ketika melakukan traveling, Saya akan bertemu dengan orang – orang baru yang belum pernah saya temui sebelumnya. Dan lagi – lagi saya bersyukur karena Allah Ta’ala mempertemukan saya dengan orang – orang yang baik.

Hati Yang Bahagia Dan Lapang

Melakun perjalanan dan mengunjungi tempat – tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya membuat saya memiliki cara pandang yang baru. otomatis hal ini membuat cara berfikir saya menjadi semakin luas dibandingkan sebelumnya. Saya menyadari bahwa perbedaan merupakan salah satu bukti kekuasaan dan kebesaran Allah Ta’ala.

Pulau Pahawang
Snorkeling Adalah Salah Satu Kegiatan Favorit Saya

Perbedaan diciptakan bukan untuk membuat kita saling terpecah satu sama lain. Tetapi perbedaan diciptakan agar kita menjadi saling kenal mengenal. Hal ini juga membuat hati saya menjadi lapang dan lebih Bahagia dibandingkan sebelumnya. Memang tempat yang saya kunjungi kebanyakan adalah tempat yang memiliki pemandangan laut dan pantai yang sangat indah.

Seperti pulau karimun jawa, pulau pahawang, dan kepulauan seribu. Hal ini karena tubuh saya tidak kuat menahan dingin ketika berada di gunung. Jadi saya lebih memilih pantai dibandingkan gunung. Mungkin itu saja yang bisa saya bagikan pada artikel kali ini tentang cara mensyukuri nikmat Allah Ta’ala dan juga menjadi lebih Bahagia dengan melakukan kegiatan traveling.

Rabu, 17 Juli 2019

Jangan Takut Untuk Memulai Perjalanan Baru

Terkadang karena kesibukan kita untuk memenuhi kehidupan sehari – hari, Kita jadi lupa bahwa jiwa ini juga butuh hiburan. Memang ada banyak sekali hiburan yang tersedia di kota – kota besar, tetapi sesekali cobalah untuk menikmati alam di ngeri kita yang indah ini. Karena biasanya sebuah perjalanan yang baru akan membawa kita pada sesuatu yang baru pula selain pengalaman. Seperti teman baru misalnya.

Teman Baru

Kali ini saya kan menceritakan sedikit pengalaman saya mengenai apa yang saya dapatkan setelah saya melakukan perjalanan. Memang pada awalnya akan terasa menakutkan tetapi percayalah bahwa ketakukan itu hanya ada di pikiran kita. Dan ketika itu semua sudah terjadi maka kita akan menyadari bahwa hal tersebut tidaklah seburuk dan semenakutkan yang dipikirkan.

Beranikan Diri Melakukan Perjalanan Sendirian

Awalnya mungkin kita akan merasa takut untuk memulai perjalanan sendirian dan kita akan menunggu teman – teman dekat kita meluangkan waktunya untuk liburan. Percayalah apabila kalian melakukan hal ini maka kalian tidak akan pernah pergi kemana – mana. Karena hal ini lah yang saya lakukan waktu itu. Dan hingga hari ini teman – teman saya pun tidak pernah melakukan sebuah perjalanan seperti ke pantai atau ke gunung.


Andai saja saya masih menunggu mereka untuk berlibur pasti hingga detik ini saya tidak akan pernah pergi kemana – mana. Tetapi ada satu titik dimana saya memutuskan untuk melakukan perjalanan seorang diri. Saya paksa diri saya untuk melakukanya biarpun terdapat banyak kekhawatiran di dalam pikiran saya. Hanya saja saat itu saya berfikir bahwa yang butuh liburan saya bukan teman – teman saya.

Jadi saya beranikan diri saya untuk berlibur sendirian mengikuti paket Open trip yang disediakan oleh jasa travel. Dan saat saya sudah melakukanya saya baru menyadari bahwa semua ketakukan dan kekhawatiran saya selama ini tentang bepergian seorang diri hanya ada didalam pikiran saya. Semua berjalan lancar dan sesuai dengan rencana, Apabila tidak maka kondisikan saja dan semua akan baik – baik saja.

Kita Akan Memiliki Teman Baru Disetiap Perjalanan Yang Baru

Salah satu kekhawatiran saya ketika akan melakukan bepergian sendirian ke suatu tempat yang baru adalah dicuekin alias tidak ada teman ngobrol selama perjalanan. Percayalah hal itu tidak sepenuhnya benar, Biarkan semuanya mengalir apa adanya. Terkadang memang kita akan bertemu dengan orang yang sombong dan menyebalkan tetapi kita akan lebih banyak bertemu dengan orang – orang baru yang baik.


Coba instrospeksi diri, karena sifat orang – orang disekitar kita akan mempengaruhi diri kita. Jadi apabila kita asik maka kita juga akan dipertemukan dengan orang – orang yang asik juga. Alhamdulillah disetiap bepergian saya selalu dipertemukan dengan orang – orang yang baik dan asik. Bahkan terkadang mereka seperti teman baru tetapi rasa teman lama dan masih saling bertukar kabar sampai dengan hari ini.