Melihat keindahan didalam diri sendiri yang orang lain tidak melihatnya. Bahkan diri sendiri pun tidak menyadari bahwa keindahan itu benar – benar ada. Kalimat itulah yang tergiang ditelingaku saat ini.
Disini aku mencoba mencerna arti dari kalimat itu sambil memandangi rerumputan hijau yang ada didepan mata. Sambil berfikir dan memandangi rerumputan, Aku juga menikmati kopi sekaligus beberapa cemilan untuk berfikir.
![]() |
| Duduknya Tenang Sambil Tersenyum Tetapi Pikirannya Sedang Berperang |
Kira – kira keindahan seperti apa yang ada didalam diriku hingga aku sendiri tidak menyadari bahwa keindahan itu ada ? Setelah berfikir beberapa saat, Aku mulai mengambil sebuah Kesimpulan yang entah ini benar atau tidak.
Jadi menurutku keindahan itu identic dengan hal – hal yang positif. Jadi mungkin itu adalah sebuah kelebihan, keahlian, kemampuan yang baik dan bermanfaat, atau kebaikan dan ketulusan. Bila memang itu benar lalu apa yang selama ini aku miliki ?
Keindahan Yang Juga Kelemahan
Bila memang itu kebaikan maka mungkin saja itu adalah sebuah ketulusan atau kepercayaan. Jujur aku sering sekali melakukan banyak hal untuk sebuah tujuan. Ketetapan itu juga sudah disepakati oleh beberapa teman ku.
Karena aku percaya kepada teman – temanku maka aku banyak meluangkan bahkan bisa dibilang mengorbankan waktuku untuk mencapai tujuan tersebut. Aku melakukannya dengan tulus dan sering kali tidak mendapatkan bayaran.
![]() |
| Susah Senang Bersama Untuk Tujuan Yang Sudah Ditetapkan |
Karna memang tujuan yang sudah ditetapkan itu belum tercapai. Tetapi aku tetap percaya bahwa bila tujuan itu sudah tercapai, maka aku akan mendapatkan bayarannya. Aku sangat percaya bahwa temanku tidak akan menghianatiku.
Tetapi pada kenyataannya, Temanku malah menganggapku tidak melakukan kontribusi apapun. Padahal faktanya, hasil itu tidak akan bisa sebagus itu tanpa kontribusi dan pengorbanan yang aku lakukan.
Persitiwa – peristiwa ini tidak hanya terjadi satu kali didalam hidupku. Tetapi sudah beberapa kali hingga aku tidak mau lagi percaya kepada teman – temanku untuk urusan bisnis. Karna pada akhirnya mereka selalu mengingkari kesepakatan yang sudah ditetapkan.
![]() |
| Berjalan Bersama Mencapai Sebuah Tujuan |
Padahal aku banyak melakukan pengorbanan dan mengerjakannya dengan hati yang Ikhlas. Dan aku percaya bila temanku tidak akan menghianatiku. Mungkin ketulusan dan kepercayaan itulah yang menjadi keindahan didalam diriku.
Entah ini benar atau tidak, Karna menurutku itu merupakan sebuah kelemahan. Tetapi faktanya aku selalu menaruh kepercayaan kepada teman – temanku. Aku juga seringkali mengerjakan kesepakatan yang sudah ditetapkan dengan hati yang tulus.
Tidak Ada Yang Menyadarinya
Katanya keindahan yang aku miliki itu tidak disadari oleh diri sendiri dan juga orang lain. Maka sifat tulus dan kepercayaan itulah yang menurutku paling relevan. Karna aku tidak menyadari bahwa aku memiliki sifat seperti itu.
![]() |
| Tidak Menyadari Hingga Aku Lebih Memilih Untuk Berjalan Sendirian |
Bahkan orang lain pun tidak menyadarinya, Atau mungkin lebih tepatnya tidak peduli dengan hal tersebut. Karna setelah mereka sudah mencapai tujuannya, Mereka melupakan kontribusi yang sudah aku lakukan.
Itulah yang semakin menguatkan aku bahwa ketulusan dan kepercayaan itulah yang dimaksud dengan keindahan yang ada didalam diriku. Hingga membuat orang lain dan diri sendiri tidak menyadari keindahan tersebut.



